Showing posts with label fool?. Show all posts
Showing posts with label fool?. Show all posts

Sunday, March 27, 2016

mata, benang, pagi



lalu badan di balik selimut
bergerak menggeliat

dia terjaga dari tidur
matanya bertemu dengan mataku
tidak sengaja

sejenak tak beranjak

serepih detik

(lagu hening,
binar lembut dari jendela,
udara pagi)

lalu pergi lagi pandangnya

detik disudahi
dengan basa-basi pagi hari

_____


bolehkah aku tinggal sejenak di detik itu?
memandang benang-benang halus
di balik matamu

bermimpi yang manis-manis
lalu patah hati lagi
ketika ruang nyata merasuk kembali

benang-benang halus
apakah kamu masih punya itu?

_____

ah, mungkin hanya ilusi pagi
mungkin pikiran sedang kurang isi
atau aku terlalu sering baca fiksi



Saturday, July 11, 2015

fever dream





honest words
we can't afford to say


Monday, January 6, 2014

binoculars








***








***





***










***


Sunday, November 24, 2013

still be on my feet








Monday, November 18, 2013




musim hujan datang
tapi hujan tidak ada
di taman depan rumah

harus cari satu
hujan yang deras
yang getir
merdu



---
siap-siap meja dan kursi
dan segelas air putih
dibalik jendela



Tuesday, October 22, 2013

ku rindu rindu ku



rindu itu manis
terlalu sayang untuk lewat dicicipi
lagi dan lagi

rindu itu merdu
terlalu sayang untuk berhenti dinikmati
lagu demi lagu

rindu itu menawan
terlalu sayang untuk berpaling
langkah lalu lengang

sayang, yang ku rindu itu
hanyalah rasa rindu ku pada kamu
bukan kamu, sayang.

;)


Tuesday, October 8, 2013

roti gambang



Sore hari ini saya ada di warung kopi mahal lagi. Setelah baru saja tadi pagi sarapan di warteg pinggir jalan sambil menunggu dijemput. Dua potong tahu goreng empuk, dua butir perkedel enak, dan segelas teh manis hangat dibayar hanya seharga 5500 rupiah. Sementara di warung kopi ini, saya beli minuman blender rasa kopi dengan harga 38000 rupiah, demi mengejar masa promosi bulan Oktober, buy one get one, yang ujung-ujungnya bikin bangkrut juga.

Sudah sebulan lebih saya tidak ke warung kopi yang nyaman. Pernah beberapa kali sewaktu masih menginap di Bogor, tapi warung kopi di sana tidak senyaman disini. Karena kebanyakan pengunjungnya kalangan keluarga, rasanya jadi aneh kalau saya duduk sendiri berlama-lama. Pengunjung warung kopi ini hampir semua adalah orang-orang kantoran yang sibuk. Baik yang sedang mengadakan pertemuan maupun yang sibuk sendiri dengan gadgetnya, jadinya saya transparan. Selama apapun saya disini tidak akan ada yang acuh, kecuali mungkin barista-barista yang berdiri menghadap ke arah tempat saya berselonjor.

Sore ini udaranya jingga. Tidak ada hujan. Hari ini saya bisa pulang lebih awal setelah kunjungan ke klien yang kebetulan berada di dekat daerah Sudirman. Jadilah saya kesini, sembari sedikit mengingat kembali sewaktu saya masih menganggur dan menghabiskan beberapa waktu konslet sendirian. Memikirkan yang jauh-jauh yang tidak tergapai. Menyelami udara dalam warung kopi ini yang penuh senyawa rindu yang salah. Menghitung butiran sepi yang berwujud debu tebal di atas buku coklat. Melarut dalam rahasia yang dilagukan hujan di balik jendela.

Sore ini udaranya jingga. Tidak ada hujan. Saya kini seorang pekerja kantoran yang sebagian besar ruang pikirnya harus dibagi untuk urusan pekerjaan. Ruang untuk hujan dan segala perihal yang bikin saya kesetrum harus diperkecil karena 'tidak praktis' untuk urusan kerja dan pencarian uang. Sekarang senyawa rindu tidak lagi menyesakkan, hampir hilang, berubah wanginya. Sepi masih timbul tenggelam di sela-sela waktu, tapi saya terlalu repot untuk peduli. Hujan kadang datang hanya berbentuk raga, tidak hadir jiwanya.

Sore ini udaranya jingga. Tidak ada hujan. Saya cemas, mengais-ngais sebongkah lara yang tidak juga ketemu.



Saturday, August 17, 2013

both sides now








bows and flows of angel hair
and ice cream castles in the air
and feather canyons everywhere
I've looked at clouds that way

but now they only block the sun
they rain and snow on everyone
so many things I would have done
but clouds got in my way

I've looked at clouds from both sides now
from up and down, and still somehow
it's cloud illusions I recall
I really don't know clouds at all

moons and Junes and ferris wheels
the dizzy dancing way you feel
as every fairy tale comes real
I've looked at love that way

but now it's just another show
you leave 'em laughing when you go
and if you care, don't let them know
don't give yourself away

I've looked at love from both sides now
from give and take, and still somehow
it's love's illusions I recall
I really don't know love at all

tears and fears and feeling proud
to say "I love you" right out loud
dreams and schemes and circus crowds
I've looked at life that way

oh but now old friends are acting strange
they shake their heads, they say I've changed
well something's lost but something's gained
in living every day

I've looked at life from both sides now
from win and lose and still somehow
it's life's illusions I recall
I really don't know life at all

I've looked at life from both sides now
from up and down and still somehow
it's life's illusions I recall
I really don't know life at all


Sunday, August 11, 2013



sebuah lampion putar
mengisahkan tanganmu
di tangan itu ada sungai
bercabang di jemarimu
jadi cerita-cerita bayangan
tidak pernah usai

aku larut
bersama butiran arus
di sungaimu

selalu.



Sunday, June 9, 2013

before(s)





sebelum terbit

_____________________________________________________





_____________________________________________________















_____________________________________________________


















sebelum terbenam

_____________________________________________________







_____________________________________________________











_____________________________________________________








_____________________________________________________








_____________________________________________________








_____________________________________________________










_____________________________________________________



Some of my favorite snapshots. Mostly Celine.

I CANNOT WAIT FOR SEBELUM TENGAH MALAM
.